AMIN WAHYUDI
Sehari-hari mengajar di SMP N 1 Sluke. Mengampu mata pelajaran Bahasa Inggris.
Selain mengelola blog sekolah (blog ini) dia juga punya blog pribadi yang dia maksudkan sebagai blog pendidikan.
Tujuan Pendidikan
Tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan dasar mengacu pada Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 dan Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 dirumuskan tujuan umum pendidikan dasar yaitu “meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut” .
Mengacu pada Lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 Standar Kompetensi Lulusan (SKL) SMP/MTs/SMPLB*/Paket Badalah :
Mengamalkan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan remaja.
Memahami kekurangan dan kelebihan diri sendiri.
Menunjukkan sikap percaya diri.
Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungan yang lebih luas.
Menghargai keberagaman agama, budaya, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup nasional.
Mencari dan menerapkan informasi dari lingkungan sekitar dan sumber--sumber lain secara logis, kritis, dan kreatif.
Menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif dan inovatif.
Menunjukkan kemampuan belajar secara mandiri sesuai dengan potensi yang dimiliki.
Menunjukkan kemampuan menganilisis dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari.
Mendeskripsi gejala alam dan sosial.
Memanfatkan lingkungan secara bertanggung jawab.
Menerapkan nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa,dan bernegara demi terwujudnya persatuan daIam Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Menghargai karya seni dan budaya nasional.
Menghargai tugas pekerjaan dan memiliki kemampuan untuk berkarya.
Menerapkan hidup bersih, seha,t bugar, aman, dan memanfaatkan waktu luang.
Berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan santun.
Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat.
Menghargai adanya perbedaan pendapat.
Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis naskah pendek sederhana.
Menunjukkan keterampiIan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sederhana.
Menguasai pengetahuan yang diperlukan untuk mengikuti pendidikan menengah
Visi Sekolah
MENCIPTAKAN INSAN BERPRESTASI, BERIMAN, BERJATI DIRI INDONESIA
SEIRING KEMAJUAN IPTEK DAN LINGKUNGAN
Indikator:
Hasil lulusan beriman, cerdas, terampil, berkepribadian, dan mampu menghadapi tantangan hidup secara global.
Memiliki Dokumen kurikulum yang relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Proses pembelajaran dan bimbingan konseling yang efektif dan efisien
Sumber daya manusia tenaga pendidik dan kependidikan yang professional.
Tersedianya sarana prasarana belajar yang berkualitas dan memadai.
Terselenggaranya tata kelola organisasi dan kelembagaan yang transparan, kredibel dan akuntabel.
Terjalinnya partnership kelembagaan lokal dan nasional
Memiliki sistem penilaian sesuai dengan standar nasional.
Terwujudnya lingkungan yang rindang, indah, dan nyaman
Hasil lulusan beriman, cerdas, terampil, berkepribadian, dan mampu menghadapi tantangan hidup secara global.
Misi Sekolah
Membimbing siswa untuk berprestasi dan mampu dalam menghadapi tantangan hidup di era globalisasi.
Menanamkan dan menerapkan nilai-nilai agama sebagai cermin keimanan dan ketakwaannya.
Menyelenggarakan proses pembelajaran dan bimbingan konseling yang efektif, efisien, berkualitas, serta terintegrasi pendidikan karakter.
Memberdayakan pendidik dan tenaga kependidikan agar mampu dan tangguh
Melengkapi sarana dan prasarana pembelajaran yang berkualitas dan memadai.
Menyelenggarakan tata kelola organisasi dan kelembagaan yang transparan, kredibel, dan akuntabel serta professional.
Menjalin partnership kelembagaan lokal dan nasional.
Mewujudkan model sistem penilaian dengan standar nasional.
Mengembangkan kegiatan pelestarian lingkungan hidup berbasis kemitraan dan partisipati
Tujuan Sekolah
Sedangkan secara khusus, sesuai dengan visi dan misi sekolah, serta tujuan umum pendidikan dasar, tujuan pendidikan pada SMP Negeri 1 Sluke yang akan dicapai adalah :
Menghasilkan 1 Buku Kurikulum yang lebih baik.
Menghasilkan silabus 11 mapel untuk kelas 7 , 8, dan 9 dengan lebih baik.
Menghasilkan RPP lengkap untuk semua guru mapel.
Menghasilkan penyelenggaraan pembelajaran dengan metode CTL / PAKEM.
Menghasilkan rasio buku teks pelajaran untuk peserta didik 1 : 1 untuk 8 mapel.
Menghasilkan pengelolan kelas yang efektif.
Menghasilkan pengawasan proses pembelajaran (supervisi) secara keseluruhan.
Menghasilkan rata-rata pencapaian KKM semua mapel 75.
Menghasilkan nilai Ujian Nasional dengan rata-rata 6,75.
Mengahasilkan kelulusan 100%.
Menghasilkan prestasi kejuaraan sebanyak 3 jenis / bidang tingkat kabupaten.
Menghasilkan semua lulusan untuk melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi 80%.
Menghasilkan lulusan yang memiliki ketrampilan beriman dan berakhlaq.
Pencapaian standar pendidik berkualifikasi minimal S1 bersertifikat pendidik.
Pencapaian jumlah guru mengajar sesuai dengan bidangnya.
Mampu mengikuti pelatihan-pelatihan untuk menigkatkan kompetensi guru meliputi : MGMP, work shop, seminar.
Pencapaian kinerja tenaga TU lebih profesional.
Pencapaian jumlah rombel menjadi 9 rombel.
Pencapaian pemenuhan air bersih.
Pencapaian pemenuhan lapangan volly dan sepak takrow yang memadai.
Pencapaian pemenuan komputer untuk siswa 4 unit.
Pencapaian pemenuhan 1 leptop untuk kepala sekolah.
Pencapaian pemenuhan 1 laptop dan LCD proyektor untuk kegiatan pembelajaran.
Pencapaian pemenuhan jaringan internet di sekolah.
Pencapaian penambahan buku referensi guru.
Pencapaian penambahan alat-alat olah raga.
Pencapaian penambahan alat peraga pembelajaran.
Pencapaian standar pengelolaan pelaksanaan rencana kerja meliputi :
pedoman sekolah,
strutur organisasi,
pelaksanaan kegiatan kesiswaan,
kegiatan pembelajaran,
bidang pendidik dan tenaga kependidikan,
bidang sarana prasarana,
bidang keuangan,
lingkungan sekolah,
komite sekolah.
Pencapaian standar pengelolaan pengawasan dan evaluasi.
Pencapaian standar pembiayaan meliputi : biaya investasi, biaya operasional, dan biaya personal.
Mampu menggalang sumber dana dengan pihak lain.
Menghasilkan guru yang mampu menilai dan mengevaluasi pembelajaran secara otentik.
Menghasilkan guru mampu mengembangkan instrumen penilaian hasil belajar siswa.
Mampu mengadakan ulangan dan ujian.
Mampu meningkatkan pengembangan budaya malu bagi semua warga sekolah.
Mampu meningkatkan lingkungan yang semakin rindang, nyaman , indah dan sehat yang dapat meningkatkan motivasi pembelajaran semua warga sekolah.
Hasil Yang diharapkan
Hasil yang diharapkan adalah sbb :
Terealisasinya kurikulum SMP N 1 Sluke berdasarkan KTSP tahun 2004.
Terealisasinya Penyelenggaraan Pembelajaran dengan metode CTL/PAIKEM.
Terealisasinya buku teks pelajaran bagi peserta didik 1 : 1 untuk 8 Mapel.
Terealisasinya kegiatan belajar mengajar yang efektif dan efisien.
Terealisasinya pengawasan proses pembelajaran
Terealisasinya rata – rata pencapaian KKM semua Mapel 75.
Terealisasinya Nilai UN dengan rata – rata 6,75.
Terealisasinya Kelulusan 100%.
Tercapainya standar pendidik berkualifikasi minimal S1 bersertifikat Pendidik.
Terealisasinya jam tambahan (les) yang efektif, sehingga siswa siap menghadapi Ujian Nasional dan Lulus 100%.
Tercapainya pemenuhan 1 laptop dan LCD proyektor untuk kegiatan
pembelajaran.
Tercapainya pemenuhan jaringan internet di sekolah.
Terealisasinya pelatihan – pelatihan untuk meningkatkan kompetensi guru.
Tercapainya kinerja tenaga TU yang lebih profesional.
Terealisasinya jumlah rombel menjadi 9 untuk setiap tingkatan kelas.
Terealisasinya pemenuhan air bersih.
Terpenuhinya lapangan volly dan sepak takraw yang memadai.
Tercapainya pemenuhan komputer untuk siswa 1 : 1 untuk menunjang kemajuan tekhnologi.
Terpenuhinya buku referensi untuk guru.
Tercapainya standar pengelola pelaksanaan rencana kerja meliputi : Struktur Organisasi, Pelaksanaan Kegiatan Kesiswaan, Kegiatan Pembelajaran, Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Bidang Sarpras, Bidang Keuangan, Lingkungan Sekolah dan Komite Sekolah.
Terealisasinya guru yang mampu menilai dan mengevaluasi pembelajaran secara otentik.
Terealisasinya pengembangan budaya malu bagi semua warga sekolah.
Terdapat siswa yang siap mengikuti lomba seni lukis dan memperoleh 3 besar tingkat kabupaten.
Terdapat siswa yang siap mengikuti lomba seni tari dan memperoleh 3 besar tingkat kabupaten.
Terdapat siswa yang siap mengikuti lomba atletik dan memperoleh 2 besar tingkat kabupaten.
Terdapat siswa yang siap mengikuti lomba catur dan memperoleh peringkat 1 tingkat kabupaten.
Tercapainya peningkatan prestasi dalam kegiatan keagamaan, olah raga dan kesenian.
Terbentuknya siswa yang berkepribadian luhur dan sopan santun.
Terealisasinya lingkungan yang semakin rindang, nyaman, indah dan sehat yang dapat meningkatkan motivasi pembelajaran semua warga sekolah.
Analisis Konteks
1. Standar Isi
No
Komponen
Kondisi Ideal
Kondisi Nyata
Rencana Tindak Lanjut
1
Kerangka Dasar Kurikulum
Mencakup 5 kelompok mata pelajaranyaitu Agama dan akhlaq mulya,kewarganegaraan dan kepribadian,IPTEK, Estetika, dan pend. Jasmani,olahraga dan kesehatan
Belum terprogram pendidikan karakter bangsa
Memprogramkan pendidikan karakter bangsa
2
Struktur Kurikulum
Susunan mata pelajaran, muatan lokal , dan pengembangan diri yang harus ditempuh oleh siswa dituangkan dalam struktur kurikulum.
Satu minggu 32 jam, setiap satuan pendidikan dimungkinkan menambah 4 jam.
Kompetensi yang harus dikuasai siswa tercantum dalam SK dan KD
Lebih dari 36 jam tatap muka dalam satu minggu
Perlu diadakan perubahan untuk menjadi 36 jam tatap muka dalam satu minggu
3
Beban Belajar
Beban belajar kegiatan tatap muka perjam pembelajaran berlangsung selama 40 menit
Terpenuhi
4
KurikulumTingkatSatuanPendidikan
Dikembangkan oleh satuan pendidikan berdasarkan panduan penyusunan kurikulum dari BSNP
Belum dikembangkan, masih adopsi pada contoh
Melakukan analisis SKL satdik dan SKL kelompok mapel
5
Kalender Pendidikan
Minggu efektif, waktu libur, tengah semester, UAS, UN, US, Ujian Praktik, terima raport alokasi waktunya mengacu pada kalender pendidikan yang disusun kabupaten
Sudah menyesuaikan Kaldik Kabupaten
2. Standar Kompetensi Lulusan
No
Komponen
Kondisi Ideal
Kondisi Nyata
Rencana Tindak Lanjut
1
SKL Satuan Pendidikan
Mengamalkan ajaran agama yang dianut.
Memahami kekurangan dan kelebihan diri sendiri.
Menunjukkan sikap percaya diri.
Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku.
Menghargai keberagaman agama, budaya, suku, ras.
Mencari dan menerapkan informasi dari lingkungan secara logis kritis, dan kreatif.
Menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif.
Menunjukkan kemampuan belajar mandiri sesuai dengan potensinya.
Menunjukkan kemampuan menganalisis dan mampu memecahkan masalah.
Menerapkan nilia-nilai kebersamaan, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Menghargai karya seni dan budaya nasional.
Menerapkan hidup bersih, sehat.
Memahami hak dan kewajiban.
Menghargai perbedaan pendapat.
Menunjukkan gemar membaca dan menulis.
Belum terpenuhi
Melakukan analisis SKL satdik
2
SKL Kelompok Mata Pelajaran
Sesuai dengan standar kompetensi kelompok mata pelajaran yang tercantum dalam Permendiknas No. 23 Tahun 2006 tentang SKL
Terpenuhi
3
SKL Mata Pelajaran
Sesuai dengan standar kompetensi mata pelajaran yang tercantum dalam Permendiknas No. 23 Tahun 2006 tentang SKL
Terpenuhi
3. Standar Proses
No
Komponen
Kondisi Ideal
Kondisi Nyata
Rencana Tindak Lanjut
1
Perencanaan
- Silabus
Silabus memuat :
Identitas mapel,
SK,
KD,
Materi,
Kegiatan KBM,
Indikator,
Penilaian,
alokasi waktu,
sumber belajar
Silabus dibuat masih mengadopsi dari MGMP
Dibuat sesuai dengan kondisi satdik
- RPP
Rencana Pelaksanaan Pengajaran (RPP) memuat :
Identitas mapel,
SK,
KD,
Indikator,
Karakter,
alokasi waktu,
materi pelajaran,
Metode,
langkah-langkah kegiatan KBM,
sumber belajar,
Penilaian,
Lks,
Kunci Jawaban,
Pedoman Penilaian
RPP dibuat tidak melampirkan LKS dan instrumen soal
Dibuat LKS dan instrumen soal
2
Pelaksanaan Proses Pembelajaran
- Robongan belajar
Jumlah maksimal rombongan belajar 32 siswa
Terpenuhi
- Beban kerja guru
Beban kerja guru sekurang-kurangnya 24 jam tatap muka dalam 1 minggu
Terpenuhi tapi lebih dari 36 jam perminggu
Diubah untuk menjadi 36 jam perminggu
- Buku teks pelajaran
Rasio buku teks pelajaran 1 : 1 per mata pelajaran
Terpenuhi
3
.
Pelaksanaan Pembelajaran
- Pendahuluan
- Apresiasi
- Penyampaian tujuan
- Motivasi
Kegiatan Inti
- Eksplorasi
- Elaborasi
- Konfirmasi
Penutup
- Rangkuman
- Refleksi
- Tugas
Pelaksanaan Proses KBM dilaksanakan secara runtut sesuai dengan RPP
Kegiatan pembelajaran kurang konsisten karena alat bantu (peraga), dan metode yang digunakan kadang tidak sesuai dengan tujuan pembelajaran
Diupayakan metode, alat peraga sesuai dengan materi yang disajikan
4,
Penilaian Hasil Pembelajaran
Penilaian dilakukan oleh guru untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi minimal yang harus dicapai siswa
Penilaian belum konsisten terbentur alokasi waktu
Dicarikan waktu luang
5
.
Pengawasan Proses Pembelajaran
- Supervisi
- Evaluasi, analisis, dan
- tindak lanjut
Pelaksanaan supervisi setiap semester, dan hasil evaluasi, analisis belum seluruhnya ditindaklanjuti
Supervisi terpenuhi, namun belum menindaklanjuti hasil dari tindaklanjut
AMIN WAHYUDI
Sehari-hari mengajar di SMP N 1 Sluke. Mengampu mata pelajaran Bahasa Inggris.
Selain mengelola blog sekolah (blog ini) dia juga punya blog pribadi yang dia maksudkan sebagai blog pendidikan.
Struktrur dan muatan KTSP pada jenjang pendidikan dasar dan menengah yang tertuang dalam Standar Isi, meliputi lima kelompok mata pelajaran, sebagai berikut :
Kelompok Mata Pelajaran
Cakupan
1.
Agama dan Akhlak Mulia
Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti, atau moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama.
2.
Kewarganegaraan dan Kepribadian
Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dimaksudkan untuk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status, hak, dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia.
Kesadaran dan wawasan termasuk wawasan kebangsaan, jiwa dan patriotisme bela negara, penghargaan terhadap hak-hak asasi manusia, kemajemukan bangsa, pelestarian lingkungan hidup, kesetaraan gender, demokrasi, tanggung jawab sosial, ketaatan pada hukum, ketaatan membayar pajak, dan sikap serta perilaku anti korupsi, kolusi, dan nepotisme.
3.
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SD/MI/SDLB dimaksudkan untuk mengenal, menyikapi, dan mengapresiasi ilmu pengetahuan dan teknologi, serta menanamkan kebiasaan berpikir dan berperilaku ilmiah yang kritis, kreatif dan mandiri.
Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SMP/MTs/SMPLB dimaksudkan untuk memperoleh kompetensi dasar ilmu pengetahuan dan teknologi serta membudayakan berpikir ilmiah secara kritis, kreatif dan mandiri.
Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SMA/MA/SMALB dimaksudkan untuk memperoleh kompetensi lanjut ilmu pengetahuan dan teknologi serta membudayakan berpikir ilmiah secara kritis, kreatif dan mandiri.
Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SMK/MAK dimaksudkan untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi, membentuk kompetensi, kecakapan, dan kemandirian kerja.
4.
Estetika
Kelompok mata pelajaran estetika dimaksudkan untuk meningkatkan sensitivitas, kemampuan mengekspresikan dan kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni. Kemampuan mengapresiasi dan mengekspresikan keindahan serta harmoni mencakup apresiasi dan ekspresi, baik dalam kehidupan individual sehingga mampu menikmati dan mensyukuri hidup, maupun dalam kehidupan kemasyarakatan sehingga mampu menciptakan kebersamaan yang harmonis.
5.
Jasmani, Olahraga dan Kesehatan
Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan pada SD/MI/SDLB dimaksudkan untuk meningkatkan potensi fisik serta menanamkan sportivitas dan kesadaran hidup sehat.
Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan pada SMP/MTs/SMPLB dimaksudkan untuk meningkatkan potensi fisik serta membudayakan sportivitas dan kesadaran hidup sehat.
Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan pada SMA/MA/SMALB/SMK/MAK dimaksudkan untuk meningkatkan potensi fisik serta membudayakan sikap sportif, disiplin, kerja sama, dan hidup sehat.
Budaya hidup sehat termasuk kesadaran, sikap, dan perilaku hidup sehat yang bersifat individual ataupun yang bersifat kolektif kemasyarakatan seperti keterbebasan dari perilaku seksual bebas, kecanduan narkoba, HIV/AIDS, demam berdarah, muntaber, dan penyakit lain yang potensial untuk mewabah.
Adapun pengelompokan mata pelajaran selengkapnya sebagai berikut:
kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia meliputi Pendidikan Agama
kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian meliputi Pendidikan Kewarganegaraan
kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi meliputi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, Keterampilan/Teknologi Informasi dan Komunikasi
kelompok mata pelajaran estetika meliputi Seni Budaya dan Bahasa Jawa
kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan meliputi Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan
STRUKTUR KURIKULUM SMP N 1 SLUKE
Komponen
Kelas dan Alokasi Waktu
VII
VIII
IX
A. Mata Pelajaran
1. Pendidikan Agama
2
2
2
2. Pendidikan Kewarganegaraan
3**)
3**)
3**)
3. Bahasa Indonesia
6**)
6**)
6**)
4. Bahasa Inggris
4
4
4
5. Matematika
4
4
4
6. Ilmu Pengetahuan Alam
4
4
4
7. Ilmu Pengetahuan Sosial
5**)
5**)
5**)
8. Seni Budaya
2
2
2
9. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan
2
2
2
10. Keterampilan/Teknologi Informasi dan Komunikasi
2
2
2
B. Muatan Lokal
1. Bahasa Jawa
2
2
2
C. Pengembangan Diri
Kepramukaan
SWL/Bahasa Inggris
Olah Raga Atletik
Pencak Silat
Kerokhanian (BTAQ)
BK
PMR
Vocal, musik
Seni Tari
Seni Lukis
Jurnalistik
OSN(Matematika, IPA, IPS)
1*)
1*)
1*)
Jumlah
36
36
36
*)
Ekuivalen 2 jam pembelajaran
**)
Mapel PKn kelas 7, 8 dan 9 ditambah 1 jam
Untuk mapel PKn penambahan jam dilakukan karena ada penambahan
pendidikan budaya dan karakter bangsa serta pendidikan lalu lintas
**)
Mapel Bahasa Indonesia kelas 7,8,9 ditambah 2 jam
Untuk Mapel B.Indonesia penambahan jam dilakukan karena memiliki SK KD yang sangat banyak
**)
Mapel IPS untuk kelas 7, 8 dan 9 ditambah 1 jam
Untuk mapel IPS penambahan jam dilakukan karena memiliki 3 sub mapel Geografi, Ekonomi, Sejarah
Jam pelajaran berjumlah 36 jam, masih ditambah dengan kegiatan
sebagai berikut :
1 Jam untuk Upacara Bendera
1 jam untuk pemberdayaan Guru / TU
1 jam untuk pemberdayaan siswa oleh wali kelas atau kebersihan
1 jam untuk pelayanan Bimbingan dan Konseling
Muatan Kurikulum
Mata Pelajaran
Pendidikan Agama
Meliputi :
Agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu dan Budha, mengingat kondisi sosial budaya masyarakat di lingkungan sekitar sekolah.
Tujuan :
Memberikan wawasan terhadap keberagaman agama di Indonesia.
Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan siswa sesuai keyakinan agamanya masing-masing.
Kewarganegaraan dan Kepribadian
Tujuan :
Memberikan pemahaman terhadap siswa tentang kesadaran hidup berbangsa dan bernegara dan pentingnya penanaman rasa persatuan dan kesatuan.
Bahasa Indonesia
Tujuan :
Membina keterampilan berbahasa secara lisan dan tertulis serta dapat menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi dan sarana pemahaman terhadap IPTEK
Bahasa Inggris
Tujuan :
Membina ketrampilan berbahasa dan berkomunikasi secara lisan dan tertulis untuk menghadapi perkembangan IPTEK dalam menyongsong era globalisasi.
Matematika
Tujuan :
Memberikan pemahaman logika dan kemampuan dasar matematika dalam rangka penguasaan IPTEK.
Ilmu Pengetahuan Alam
Meliputi : Fisika dan Biologi
Tujuan :
Memberikan pengetahuan dan ketrampilan kepada siswa untuk menguasai dasar-dasar sains dalam rangka penguasaan IPTEK.
Ilmu Pengetahuan Sosial
Meliputi : Sejarah, Ekonomi dan Geografi
Tujuan :
Memberikan pengetahuan sosio cultural masyarakat yang majemuk, mengembangkan kesadaran hidup bermasyarakat serta memiliki ketrampilan hidup secara mandiri.
Seni Budaya
Meliputi : Seni Rupa, Seni Musik, Seni Tari dan Seni Teater.
Tujuan :
Mengembangkan apresiasi seni, daya kreasi dan kecintaan pada seni budaya Nasional
Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan
Tujuan :
Menanamkan kebiasaan hidup sehat, meningkatkan kebugaran dan ketrampilan dalam bidang olahraga, menanamkan rasa sportifitas, tanggung jawab disiplin dan percaya diri pada siswa.
Keterampilan/Teknologi Informasi dan Komunikasi
Meliputi :
Elektronika, Teknologi Informasi dan Komunikasi.
Tujuan :
Memberikan keterampilan dibidang Teknologi Informatika dan keterampilan Elektronika yang sesuai dengan bakat dan minat siswa
Muatan Lokal
Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi
yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak sesuai menjadi bagian dari mata pelajaran lain dan/atau terlalu banyak sehingga harus menjadi mata pelajaran tersendiri. Berdasarkan SK Gubernur Jawa Tengah Nomor 895.5/01/2005 tanggal 23 Februari 2005 Tentang Kurikulum Mata Pelajaran Bahasa Jawa Tahun 2004 untuk jenjang pendidikan SD/SDLB/MI, SMP/SMPLB/MTs dan SMA/SMALB/SMK/MA Negeri dan Swasta sebagai Mulok Wajib di Provinsi Jawa Tengah adalah Bahasa Jawa. Sekolah diberi keleluasaan untuk menambah mulok lain selama tidak melebihi beban belajar maksimal.
MULOK: BAHASA JAWA
Tujuan:
Untuk mengembangkan kompetensi berbahasa Jawa dan melestarikan bahasa Jawa
Kegiatan Pengembangan Diri
Pengembangan diri adalah kegiatan yang bertujuan memberikan kesempatan
kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai
dengan kebutuhan, bakat, minat, setiap peserta didik sesuai dengan kondisi
sekolah.
Kepramukaan
Sebagai wahana siswa untuk berlatih berorganisasi
Melatih siswa untuk trampil dan mandiri
Melatih siswa untuk mempertahankan hidup
Memiliki jiwa sosial dan peduli kepada orang lain
Memiliki sikap kerjasama kelompok
Dapat menyelesaikan permasalahan dengan tepat
Mampu berkompetisi dalam lomba
Olah Raga
Melatih dan membentuk timPencak Silat
Melatih dan membentuk tim Atletik
Mampu berkompetisi dalam lomba
Kegiatan Seni dan Budaya
Pengembangan Seni Lukis
Pengembangan seni Batik
Pengembangan seni Tari
Pengembangan seni Vokal dan Musik
Mampu berkompetisi dalam lomba
PMR (Palang Merah Remaja)
Sebagai wahana siswa untuk berlatih berorganisasi
Melatih siswa untuk trampil dan mandiri
Melatih siswa untuk mempertahankan hidup
Memiliki jiwa sosial dan peduli kepada orang lain
Memiliki sikap kerjasama kelompok
Dapat menyelesaikan permasalahan dengan tepat
Mampu berkompetisi dalam lomba
Kegiatan Kerokhanian
Pembinaan iman melalui BTAQ (Baca Tulis Al Quran)
Mampu berkompetisi dalam lomba bidang IMTAQ
SWL (Speaking, Writing Listening)
Mengembangkan ketrampilan dasar bahasa Inggris
Membantu siswa dalam mencapai SKL
Mempersiapkan siswa dalam menghadapi UN
Bimbingan Konseling ( BK )
Layanan atau bantuan yang diberikan kepada peserta didik (siswa) baik perorangan atau kelompok agar mampu mandiri dan berkembang secara optimal dalam bidang pribadi, sosial, belajar dan karier.
OSN( Olimpiade Sain Nasional)
Menyiapkan siswa untuk mengikuti OSN
Melatih siswa berpikir kritis
Jurnalistik
Memberikan pengetahuan dan ketrampilan tentang konsep jurnalistik kepada siswa dan mampu menjadi pedoman peningkatan kreatifitas sekolah dengan membuka ruang aktif bagi subjek pendidikan, siswa dan guru untuk menampilkan pengembangan sumber daya manusia yang lebih efektif
Memberikan solusi dan rekomendasi pemecahan masalah yang berkaitan dengan ekstrakurikuler yang intelektual sehingga dapat membangun keunggulan kompetitif
Mengurangi ketidakmampuan siswa dan guru dalam menulis dan memproduksi informasi sehingga menjadi sumber daya manusia yang sekaligus mempromosikan sekolah dan pendidikan.
Mekanisme Pelaksanaan
Kegiatan Pengembangan Diri diberikan di luar jam pembelajaran (ekstrakurikuler) dibina oleh guru-guru yang memiliki kualifikasi yang baik berdasarkan surat keputusan Kepala Sekolah.
Bentuk Kegiatan Pengembangan Diri dan Jadwal Pelaksanaan
NO
NAMA KEGIATAN
HARI
WAKTU
1
Kepramukaan (Wajib)
Jum,at
14.00 – 16.00
2
Seni Tari
Rabu
13.00 – 15.00
3
Seni Vokal dan Musik
Selasa
14.00 – 16.00
4
Seni Lukis
Senin
13.00 – 15.00
5
Seni Batik
Minggu
08.00 – 10.00
6
Jurnalistik
Sabtu
14.00 – 16.00
7
Pencak Silat
Kamis
15.00 – 16.00
8
OSN
Sabtu
13.30 – 15.00
9
SWL
Selasa
13.00 – 15.00
10
Atletik
Selasa
14.00 – 16.00
11
PMR
Selasa
14.00 – 16.00
12
BTAQ (Baca Tulis Al Quran)
Kamis
14.00 - 16.00
Alokasi Waktu
Untuk kelas 7 dan kelas 8 diberikan 2 jam (ekuivalen 2 x 40 menit)
Untuk kelas 9 diberi kegiatan Bimbingan Belajar secara intensif untuk persiapan menghadapi UN
2 jam pelajaran untuk pengembangan diri dilaksanakan diluar jam tatap Muka (ekstrakurikuler)
Kegiatan ini dilaksanakan sesuai dengan program di atas
Penilaian :
Kegiatan pengembangan diri dinilai dan dilaporkan secara berkala kepada
sekolah dan orang tua dalam bentuk kualitatif :
Katagori
Keterangan
A
Sangat Baik
B
Baik
C
Cukup
D
Kurang
Pengaturan Beban Mengajar
Beban belajar menggunakan sistim paket dengan beban belajar maksimal 36 jam pelajaran per minggu. Satu jam pelajaran 40 menit, dengan rincian sebagai berikut :
Kelas
Satu jam pembelajaran tatap muka/menit
Jumlah jam pembelajaran perminggu
Minggu efektif
Pertahun ajaran
Waktu pembelajaran /jam per tahun
VII
40
36
34 - 38
1224 - 1368
VIII
40
36
34 – 38
1224 – 1368
IX
40
36
34 - 36
1224 – 1296
Ketuntasan Belajar
Ketuntasan belajar setiap mata pelajaran ditentukan oleh kelompok guru mata
pelajaran dengan mempertimbangkan materi esensial, kompleksitas, intake siswa,
dan daya dukung dalam penyelenggaraan pembelajaran. Perhitungan ketuntasan
belajar sebagai berikut
REKAP KETUNTASAN BELAJAR MINIMAL (KKM)
KOMPONEN
KKM
VII
VIII
IX
A
Mata Pelajaran
Smt. 1
Smt. 2
Smt. 1
Smt. 2
Smt. 1
Smt. 2
1
Pendidikan Agama
75
75
75
75
75
75
2
Pendidikan Kewarganegaraan
75
75
75
75
75
75
3
Bahasa Indonesia
75
75
75
75
75
75
4
Bahasa Inggris
75
75
75
75
75
75
5
Matematika
75
75
75
75
75
75
6
IPA
75
75
75
75
75
75
7
IPS
75
75
75
75
75
75
8
Seni Budaya
75
75
75
75
75
75
9
Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan kesehatan
75
75
75
75
75
75
10
Teknologi Informasi dan Komunikasi
75
75
75
75
75
75
B
Muatan Lokal
1
Bahasa Jawa
75
75
75
75
75
75
C
Pengembangan Diri
Minimal Baik
Kriteria Kenaikan Kelas & Kelulusan
Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun. Kriteria kenaikan kelas di SMP Negeri 1 Sluke diatur sebagai berikut :
Menyelesaikan seluruh program pembelajaran
Siswa dinyatakan naik kelas bila nilai semua mata pelajaran ≥ KKM masing-masing mata pelajaran.
Siswa dinyatakan naik kelas bersyarat bila ada paling banyak 4 mata pelajaran memiliki nilai dibawah KKM masing-masing mata pelajaran.
Siswa dinyatakan tidak naik kelas bila memiliki nilai dibawah KKM lebih dari 4 mata pelajaran.
Kehadiran di kelas ( kegiatan tatap muka ) mencapai minimal 90 %
Memiliki nilai akhlaq dan kepribadian minimal B
Kelulusan dilaksanakan untuk setiap peserta didik pada akhir jenjang pendidikan,dengan mengacu pada ketentuan PP No. 19 Tahun 2005 pasal 72 ayat (1). Peserta didik dinyatakan lulus setelah memenuhi persyaratan sbb :
Menyelesaikan seluruh program pembelajaran.
Memperoleh nilai minimal Baik untuk mata pelajaran :
Kelompok mata pelajaran Agama dan Akhlak mulia.
Kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan.
Kelompok mata pelajaran Estetika.
Kelompok mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan.
Lulus Ujian Nasional.
Lulus Ujian Sekolah (praktek dan tulis).
Kehadiran di kelas ( kegiatan tatap muka ) mencapai minimal 90 %
Memiliki nilai akhlaq dan kepribadian minimal B
Pendidikan Kecakapan Hidup
Kurikulum kecakapan hidup di SMP N 1 Sluke untuk membekali peserta didik memasuki tuntutan dunia kerja sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik
dan kebutuhan dunia kerja, khususnya bagi mereka yang tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.
Kurikulum kecakapan hidup di SMP N 1 Sluke merupakan bagian integral dari semua mata pelajaran dan tidak masuk dalam struktur kurikulum secara khusus, disajikan secara terintegrasi dan atau berupa ketrampilan yang direncanakan secara khusus dipraktekkan secara periodik yaitu kegiatan-kegiatan dalam ekstra kurikuler.
Dengan tujuan peserta didik apabila sudah lulus memiliki dasar ketrampilan juga
wawasan berwirausaha.
Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global
Program pendidikankeunggulan lokal dan kebutuhan daya saing global di SMP N 1 Sluke mengembangkan program keunggulan yang disesuaikan dengan kompetensi serta aspek manfaat bagi peserta didik. Substansinya mencakup pelaksanaan Ekstra kurikuler yang memungkinkan untuk meningkatkan daya saing dalam rangka prestasi non akademik guna mempersiapkan kegiatan lomba-lomba di tingkat Kecamatan, Kabupaten, Provinsi bahkan tingkat Nasional. Pelaksanaan Ekstra kurikuler ( Ekskul ) tersebut berupa : Ekskul Catur dan batik.
Nilai Budaya dan Karakter Bangsa
Pendidikan adalah suatu upaya sadar untuk mengembangkan potensi peserta didik
secara optimal. Usaha sadar itu tidak boleh dilepaskan dari lingkungan peserta didikberada, terutama dari lingkungan budayanya, karena peserta didik hidup tak terpisahkandalam lingkungannya dan bertindak sesuai dengan kaidah-kaidah budayanya
Fungsi pendidikan budaya dan karakter bangsa adalah:
pengembangan: pengembangan potensi peserta didik untuk menjadi pribadi berperilaku baik; ini bagi peserta didik yang telah memiliki sikap dan perilaku yangmencerminkan budaya dan karakter bangsa;
perbaikan: memperkuat kiprah pendidikan nasional untuk bertanggung jawab dalam pengembangan potensi peserta didik yang lebih bermartabat; dan
penyaring: untuk menyaring budaya bangsa sendiri dan budaya bangsa lain yang tidak sesuai dengan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa yang bermartabat.
Tujuan pendidikan budaya dan karakter bangsa adalah:
mengembangkan potensi kalbu/nurani/afektif peserta didik sebagai manusia dan warganegara yang memiliki nilai-nilai budaya dan karakter bangsa;
mengembangkan kebiasaan dan perilaku peserta didik yang terpuji dan sejalandengan nilai-nilai universal dan tradisi budaya bangsa yang religius;
menanamkan jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab peserta didik sebaga generasi penerus bangsa;
mengembangkan kemampuan peserta didik menjadi manusia yang mandiri, kreatif, berwawasan kebangsaan; dan
mengembangkan lingkungan kehidupan sekolah sebagai lingkungan belajar yang
aman, jujur, penuh kreativitas dan persahabatan, serta dengan rasa kebangsaan
yang tinggi dan penuh kekuatan (dignity).
Tabel Nilai dan Deskripsi Karakter Bangsa
NO
NILAI
DESKRIPTIF
1
Religius
Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan
ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap
pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan
pemeluk agama lain.
2
Jujur
Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya
sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam
perkataan, tindakan, dan pekerjaan.
3
Toleransi
Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama,
suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang
berbeda dari dirinya.
4
Disiplin
Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh
pada berbagai ketentuan dan peraturan.
5
Kerja Keras
Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh
dalam mengatasi berbagai hambatan belajar dan tugas,
serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya.
6
Kreatif
Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara
atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki.
7
Mandiri
Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada
Orang
8
Demokratis
Cara berfikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama
hak dan kewajiban dirinya dan orang lain.
9
Rasa Ingin Tahu
Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk
mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu
yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar.
10
Semangat Kebangsaan
Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang
menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas
kepentingan diri dan kelompoknya.
11
Cinta Tanah Air
Cara berfikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan
kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi
terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya,
ekonomi, dan politik bangsa.
12
Menghargai Prestasi
Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk
menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan
mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.
13
Bersahabat/
Komuniktif
Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara,
bergaul, dan bekerja sama dengan orang lain.
14
Cinta Damai
Sikap, perkataan, dan tindakan yang menyebabkan orang
lain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya.
15
Gemar Membaca
Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai
bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya.
16
Peduli Lingkungan
Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah
kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan
mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki
kerusakan alam yang sudah terjadi.
17
Peduli Sosial
Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan
pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.
18
Tanggung-jawab
Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas
dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan,
terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam,
sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa.
Catatan:
Sekolah dan guru dapat menambah atau pun mengurangi nilai-nilai tersebut sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang dilayani sekolah dan hakekat materi SK/KD dan materi bahasan suatu mata pelajaran. Meskipun demikian, ada 5 nilai yang diharapkanmen menjadi nilai minimal yang dikembangkan di setiap sekolah yaitu nyaman, jujur, peduli, cerdas, dan tangguh/ kerjakeras.
Kurikulum SMP N 1 Sluke dikembangkan dengan memperhatikan pengembangan karakter sosial budaya masyarakat Kecamatan Sluke khususnya dan Kabupaten Rembang pada umumnya guna menunjang pengembangan dan pelestarian nilai-nilai budaya bangsa serta keragaman budaya bangsa Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa ini bertujuan untuk meningkatkan rasa patriotisme dan nasionalisme semua peserta didik.
AMIN WAHYUDI
Sehari-hari mengajar di SMP N 1 Sluke. Mengampu mata pelajaran Bahasa Inggris.
Selain mengelola blog sekolah (blog ini) dia juga punya blog pribadi yang dia maksudkan sebagai blog pendidikan.
AMIN WAHYUDI
Sehari-hari mengajar di SMP N 1 Sluke. Mengampu mata pelajaran Bahasa Inggris.
Selain mengelola blog sekolah (blog ini) dia juga punya blog pribadi yang dia maksudkan sebagai blog pendidikan.
Latar Belakang
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidik dan peserta didik.Oleh sebab itu kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah.
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ) adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing – masing satuan pendidikan. KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, Kalender Pendidikan dan Silabus.
Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, alokasi waktu dan sumber belajar.
Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ) yang beragam mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian pendidikan. Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut, yaitu Standar Isi ( SI ) dan Standar Kompetensi Kelulusan ( SKL ) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum.
Undang Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 (UU 20/2003) tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah RI No. 19 tahun 2005 (PP. 19/2005) tentang Standar Nasional Pendidikan mengamanatkan setiap satuan pendidikan untuk membuat Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sebagai pengembangan kurikulum yang akan dilaksanakan pada tingkat satuan pendidikan yang bersangkutan.
Selain itu, penyusunan KTSP mengakomodasi penerapan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) yang sudah mulai dilaksanakan sejak diberlakukannya otonomi daerah sehingga dengan penyusunan KTSP memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah.
Di SMP Negeri 1 Sluke Kabupaten Rembang, kondisi sosial masyarakat sangatlah majemuk dan heterogen, namun kecenderungan pendukungan penyelenggaraan pendidikan cukup kondusif. Hal ini terlihat dari dukungan masyarakat kepada sekolah melalui peran komite sekolah yang sangat besar dalam mengembangkan program-program yang dicanangkan oleh sekolah. Diantara dukungan yang diberikan komite sekolah kepada sekolah antara lain peran serta dalam pengembangan sarana dan prasarana pendidikan berupa bangunan fisik sekolah.
Secara geografis SMP Negeri 1 Sluke Kabupaten Rembang berada di jalur pantura dengan sentra perekonomiannya, juga lingkungan yang majemuk dan heterogen namun sangat kondusif untuk mendukung penyelenggaraan proses pendidikan, dimana akses menuju sekolah berada di jalur pantai utara, Untuk jalur ke selatan berupa bukit bukit tetapi terdapat sarana transportasi yang cukup, sehingga memudahkan siswa untuk menuju ke sekolah dengan menggunakan jasa transportasi. Hal ini akan menumbuhkembangkan peningkatan proses belajar mengajar.
Untuk perangkat pendukung dan media pembelajaran yang sangat dibutuhkan dalam pelaksaaan proses belajar mengajar masih dirasa sangat kurang, sehingga perlu adanya penambahan perangkat dan media pembelajaran serta perangkat informasi yang mendukung proses pembelajaran. Ditinjau dari kompetensi pendidik, SMP Negeri 1 Sluke yang merupakan SMP negeri tertua di wilayah Kecamatan Sluke dan memiliki input peserta didik yang cukup tinggi dibanding dengan sekolah-sekolah disekitarnya, sehingga memungkinkan untuk peningkatan kualitas pendidikan.
SMP Negeri 1 Sluke Kabupaten Rembang yang merupakan salah satu aset pendidikan formal di Kabupaten Rembang berusaha untuk selalu meningkatkan kinerja seluruh komponen sekolah, juga akan melengkapi segala perangkat pembelajaran dan media pembelajaran yang sangat dibutuhkan untuk meningkatkan Proses Belajar Mengajarnya, sehingga inovasi pembelajaran yang dilakukan oleh guru akan semakin beragam.
Selain itu, penyusunan Kurikulum SMP Negeri 1 Sluke mengakomodasi penerapan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) yang sudah mulai dilaksanakan sejak diberlakukannya otonomi daerah sehingga dengan penyusunan KTSP memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di sekolah.
Tujuan Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
Pelaksaan kurikulum di setiap satuan pendidikan disusun dengan memberi kesempatan peserta didik sebagai berikut :
Pelaksanaan kurikulum didasarkan pada potensi, perkembangan dan kondisi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang berguna bagi dirinya. Dalam hal ini peserta didik harus mendapatkan pelayanan pendidikan (pembelajaran) yang bermutu, memperoleh kesempatan untuk mengekspresikan dirinya secara bebas, dinamis dan menyenangkan.
Kurikulum dilaksanakan dengan menegakkan kelima pilar belajar, yaitu :
Belajar untuk beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
Belajar untuk memahami dan menghayati
Belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif
Belajar untuk hidup bersama dan berguna untuk orang lain, dan
Belajar untuk membangun dan menemukan jatidiri melalui proses belajar yangaktif, kreatif, efektif dan menyenangkan
Pengembangan KTSP disusun dengan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :
Peningkatan Iman dan Takwa serta Akhlak MuliaKeimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia menjadi dasar pembentukankepribadian peserta didik secara utuh. Oleh karena itu, kurikulum yang disusun sebisamungkin dapat menunjang peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia pada setiap mata pelajaran.
Peningkatan Potensi, Kecerdasan, dan Minat Sesuai dengan Tingkat Perkembangan dan Kemampuan Peserta Didik.
Pendidikan merupakan proses sistematik untuk meningkatkan martabat manusiasecara holistik sehingga memungkinkan potensi afektif, kognitif, dan psikomotorberkembang secara optimal. Oleh karena itu, kurikulum harus disusun denganmemperhatikan potensi, tingkat perkembangan, minat, kecerdasan intelektual,emosional, sosial, spiritual, dan kinestetik peserta didik.
Keragaman Potensi dan Karakteristik Daerah serta Lingkungan.
Setiap daerah memiliki potensi, kebutuhan, tantangan, dan karakteristik lingkungan yang beragam. Oleh karena itu, setiap daerah memerlukan kurikulum pendidikan yang sesuai dengan karakteristik daerah dan pengalaman hidup siswa sehari-hari. Kurikulum yang disusun harus memuat keragaman tersebut sehingga dapat menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan pengembangan daerah.
Tuntutan Pembangunan Daerah dan Nasional.
Dalam era otonomi dan desentralisasi untuk mewujudkan pendidikan yang otonom dan demokratis perlu memperhatikan keragaman dan mendorong partisipasi masyarakat dengan tetap mengedepankan wawasan nasional secara berimbang.
Tuntutan Dunia Kerja.
Kegiatan pembelajaran harus dapat mendukung tumbuh kembangnya pribadi peserta didik yang berjiwa kewirausahaan dan mempunyai kecakapan hidup. Olehkarena itu, kurikulum perlu memuat kecakapan hidup untuk membekali pesertadidik memasuki dunia kerja. Kompetensi ini sangat penting, terutama bagi satuanpendidikan kejuruan dan peserta didik yang tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Perkembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni (Ipteks).
Pendidikan perlu mengantisipasi dampak global yang bercirikan masyarakat berbasis pengetahuan di mana ipteks sangat berperan sebagai penggerak utama perubahan. Pendidikan harus terus-menerus melakukan adaptasi dan penyesuaiandengan perkembangan ipteks sehingga tetap relevan dan kontekstual dengan perubahan. Oleh karena itu, kurikulum harus dikembangkan secara berkala dan berkesinambungan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
Agama.
Kurikulum harus dikembangkan untuk mendukung peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia dengan tetap memelihara toleransi dan kerukunan umat beragama. Oleh karena itu, muatan kurikulum semua mata pelajaran harus ikut mendukung peningkatan iman, takwa, dan akhlak mulia.
Dinamika Perkembangan Global.Pendidikan harus menciptakan kemandirian individu dan kemandirian bangsa. Hal ini sangat penting pada masa pasar bebas. Pergaulan antarbangsa yang semakin erat memerlukan individu yang mandiri dan mampu bersaing serta hidup berdampingan dengan suku dan bangsa lain.
Persatuan Nasional dan Nilai-Nilai Kebangsaan.
Pendidikan bertujuan untuk membangun karakter dan wawasan kebangsaan peserta didik sehingga dapat memberikan landasan penting bagi upaya pemeliharaanpersatuan dan kesatuan bangsa dalam kerangka NKRI. Oleh karena itu, kurikulumharus mendorong berkembangnya wawasan dan sikap kebangsaan serta persatuannasional untuk memperkuat keutuhan bangsa dalam wilayah NKRI.
Kondisi Sosial Budaya Masyarakat Setempat.
Kurikulum harus dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik sosial budaya masyarakat setempat dan menunjang kelestarian keragaman budaya. Penghayatan dan apresiasi pada budaya setempat harus terlebih dahulu ditumbuhkan sebelum mempelajari budaya dari daerah dan bangsa lain.
Kesetaraan Gender.
Kurikulum harus diarahkan pada terciptanya pendidikan yang berkeadilan dan memperhatikan kesetaraan gender.
Karakteristik Satuan Pendidikan.
Kurikulum harus dikembangkan sesuai dengan visi, misi, tujuan, kondisi, dan ciri khas satuan pendidikan.
Prinsip Pengembangan Kurikulum
Berpedoman pada panduan penyusunan dan pengembangan kurikulum yang disusun oleh BSNP, KTSP dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut :
Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya.
Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral (student oriented) unyuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan. dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan. Memiliki posisi sentral berarti kegiatan pembelajaran berpusat pada peserta didik.
Beragam dan terpadu.
Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik, kondisi daerah, jenjang dan jenis pendidikan, serta menghargai dan tidak diskriminatif terhadap perbedaan agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan gender.Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum, muatan lokal, dan pengembangan diri secara terpadu, serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi.
Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.
Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni berkembang secara dinamis.Oleh karena itu, semangat dan isi kurikulum memberikan pengalaman belajar peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
Relevan dengan kebutuhan kehidupan.
Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha dan dunia kerja.Oleh karena itu, pengembangan keterampilan pribadi, keterampilan berpikir, keterampilan sosial, keterampilan akademik, dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan.
Menyeluruh dan berkesinambungan.
Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antar semua jenjang pendidikan.
Belajar sepanjang hayat.
Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan, dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, nonformal, dan informal dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya.
Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah
Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
AMIN WAHYUDI
Sehari-hari mengajar di SMP N 1 Sluke. Mengampu mata pelajaran Bahasa Inggris.
Selain mengelola blog sekolah (blog ini) dia juga punya blog pribadi yang dia maksudkan sebagai blog pendidikan.
Pada kesempatan ini kita akan belajar menggunakan Excel. Program Excel sangat bermanfaat untuk kerja yang memerlukan pengolahan angka.
Pada halaman ini kalian bisa melihat contoh rumus dan mempraktekkannya di lembar Excel yang berada di sebelah kanan.
CONTOH RUMUS
LEMBAR LATIHAN
Kalian akan diberikan contoh-contoh rumus, perhatikan baik-baik contoh tersebut. Selanjutnya tulislah contoh tersebut pada lembar latihan yang berada di sebelah kanan. Lembar untuk latihan berupa lembar Excel.
MENJUMLAH
Contoh:
sel 1
sel 2
rumus
5
15
=sum(A2:B2)
Sekarang pada sel 1 atau sel 2 gantilah dengan sebarang angka.
MENGURANGI
Contoh:
sel 1
sel 2
rumus
15
5
=A10-B10
Sekarang pada sel 1 atau sel 2 gantilah dengan sebarang angka.
MENGALIKAN
Contoh:
sel 1
sel 2
rumus
15
5
=A18*B18
Sekarang pada sel 1 atau sel 2 gantilah dengan sebarang angka.
MEMBAGI
Contoh:
sel 1
sel 2
rumus
15
5
=A26/B26
Sekarang pada sel 1 atau sel 2 gantilah dengan sebarang angka.
Di upload oleh Amin Wahyudi
SEKILAS
AMIN WAHYUDI
Sehari-hari mengajar di SMP N 1 Sluke. Mengampu mata pelajaran Bahasa Inggris.
Selain mengelola blog sekolah (blog ini) dia juga punya blog pribadi yang dia maksudkan sebagai blog pendidikan.
AMIN WAHYUDI
Sehari-hari mengajar di SMP N 1 Sluke. Mengampu mata pelajaran Bahasa Inggris.
Selain mengelola blog sekolah (blog ini) dia juga punya blog pribadi yang dia maksudkan sebagai blog pendidikan.